Ringkasan Materi Kultum dan Nasehat

Belajar Agama Islam Dengan Mudah Karena Islam itu Mudah

Bagimana Menurut Anda ?

Ini kisah nyata. Ketika dipertemukan dengan beberapa pilihan, Si Dee sempat bingung. Bingung? Ya, iya! Urusan jodoh nih! Hehehe. Siapapun pasti menginginkan pasangan yang lebih baik, termasuk Si Dee. Terus, apa yang ia lakukan? Pertama-tama, ia lapor dulu (baca: memohon) kepada Yang Maha Menilai dan Yang Maha Mempertemukan.

Kedua, karena menginginkan yang lebih baik, maka ia pun memperbaiki diri. Inilah yang disebut dengan memantaskan diri. Yah, bukan sekadar memantaskan diri. Tapi, memantaskan diri di hadapan Yang Maha Menilai. Maka:
– ibadah A ia tingkatkan
– ibadah B ia lipatgandakan
– ibadah C ia rutinkan (sebelumnya, jarang-jarang)
– ibadah D ia rutinkan (sebelumnya, hampir-hampir tidak pernah)

Subhanallah! Maha Suci Allah! Hanya dalam waktu beberapa bulan setelah meningkatkan ibadah, ia bertemu dan saling tertarik dengan seorang gadis yang sudah bertahun-tahun melakukan dan meningkatkan:
– ibadah A
– ibadah B
– ibadah C
– ibadah D

Bukankah Dia telah berjanji, “Yang baik-baik adalah untuk yang baik-baik. Dan begitu pula sebaliknya.” Jadi, kalau kita menginginkan pasangan yang lebih baik? Yah, perbaiki diri. Pantaskan diri. Dengan demikian, mudah-mudahan Dia akan mempertemukan kita dengan seseorang yang pantas untuk kita. Sejenak, coba deh kita tanya-tanya pada diri kita sendiri:
– Apa kita sudah betul-betul memperbaiki diri?
– Apa kita sudah memantaskan diri di hadapan-Nya?
– Kadang, kita sibuk memantaskan diri di hadapan manusia. Betul?
– Bagi laki-laki, apa kita sudah layak menjadi seorang imam?

Sering kali, kita menginginkan pasangan yang lebih baik, namun sayangnya, kita sendiri malas memperbaiki diri. Kita sendiri malas memantaskan diri. Lha, apa mungkin kita mendapatkan yang lebih baik? Sepertinya sih, kecil kemungkinannya. Atau, begini. Bukan mustahil jodoh kita itu nilainya 8. Namun, nilai kita itu masih 6. Bisa jadi, karena itulah, Dia belum mempertemukan kita dengan jodoh kita. Yah, belum pantas, menurut-Nya.

Sebenarnya, ini bukan semata-mata urusan jodoh. Ini juga berlaku untuk urusan keturunan, pergaulan, mitra usaha, dan lain-lain.
– Ingin keturunan yang baik-baik? Yah, perbaiki diri terlebih dahulu.
– Ingin pergaulan yang baik-baik? Yah, perbaiki diri terlebih dahulu.
– Ingin mitra usaha yang baik-baik? Yah, perbaiki diri terlebih dahulu.

Akhirnya, mari kita sama-sama memperbaiki diri, memantaskan diri, dan berbaik-sangka kepada-Nya. Sip?

Filed under: Cerita Islam, , ,

3 Responses

  1. nuGroho says:

    mungkinkah ya ……

  2. Fatur says:

    wah artikelnya bagus bangets..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: