Ringkasan Materi Kultum dan Nasehat

Belajar Agama Islam Dengan Mudah Karena Islam itu Mudah

Melihat Ciri-ciri Masa Puber Anak Perempuan

Melanjutkan mengenai postingan saya kemarin tentang remaja yang sedang pubertas nah kali ini kami akan sedikit mengulas tentang perkembangan anak perempuan terutama masa puber mereka. Pernahkah mengamati postur anak-anak sekolah dasar? Tengok saja saat mereka berbaris rapi saat upacara di halaman sekolah. Dapat dipastikan, tinggi rata-rata mereka terlihat jomplang, karena umumnya murid perempuan lebih besar dan jangkung ketimbang murid laki-laki. Tidak hanya itu, dari segi mental dan kedewasaan pun, perempuan diyakini lebih “matang”.

Tak perlu heran, “Perempuan itu secara alamiah ditakdirkan lebih cepat mengalami pubertas ketimbang laki-laki. Jika anak laki-laki baru mengalami masa puber saat usia 13 tahun, maka anak perempuan sudah mengalami gejala itu sejak berusia 10 tahun,” kata Dr. Leane, M.Sc. Jadi gejala tersebut adalah wajar.

Anak perempuan akan mengalami pertumbuhan pesat menjelang dan saat pubertas. Pertambahan tinggi badannya bisa mencapai 4-6 cm per tahun dan beratnya bertambah sekitar 2 kg per tahun. “Selain tubuhnya bertambah tinggi, kaki dan tangannya pun bertambah panjang supaya postur tubuh anak terlihat seimbang.”

Berbeda dengan anak laki-laki, ia justru akan mengalami pertumbuhan pesat setelah mengalami pubertas. Umur pubertas laki-laki berkisar antara 13-15 tahun. Tak heran selama di SD anak laki-laki terlihat lebih kecil dan pendek, tapi setelah memasuki usia SMP tinggi badannya melesat jauh, menyamai bahkan melampaui tinggi badan perempuan. Pertambahan tinggi badan laki-laki bisa mencapai 10 cm per tahun, lo.

PERUBAHAN SEKSUAL

Selain pertumbuhan, pada masa puber juga terjadi perubahan-perubahan hormonal dalam tubuh yang menandakan pematangan organ seksual. Yang utama adalah peningkatan kadar hormon estrogen pada anak perempuan dan hormon testosteron pada anak laki-laki. Masa ini dikenal juga dengan masa pubertas.

Ciri-cirinya bisa diketahui dari beberapa perubahan fisik. Pada anak perempuan ditandai dengan mulai membesarnya payudara dan tumbuhnya rambut di daerah ketiak serta kemaluan. Sedangkan pada anak laki-laki, perubahan yang terjadi berupa suara yang mulai memberat, tumbuhnya rambut di dada, ketiak, kaki, dan kemaluan, serta membesarnya penis, testis, dan buah zakar.

“Memang, sebelum masa ini, sulit sekali membedakan postur tubuh anak perempuan dan laki-laki. Namun setelah masa pubertas, anak perempuan sudah mulai memperlihatkan bentuk khasnya, tidak sama lagi dengan anak laki-laki. Badan anak perempuan bak biola dengan daerah pinggul dan dada lebih besar dibanding daerah-daerah lainnya.”

PENENTU PERTUMBUHAN

Pertumbuhan fisik di masa puber ini pada setiap anak berbeda-beda, bisa lebih cepat, tapi tak sedikit pula yang terlambat. Bagaimanapun, pertumbuhan ini sangat tergantung pada beberapa faktor, di antaranya:

a. Makanan

Gizi yang baik akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak yang optimal. “Oleh karena itu, sejak kecil anak harus diberi gizi yang cukup dan seimbang. Hal itu berguna untuk mempercepat pertumbuhan anak secara optimal karena setelah dewasa, anak tidak bisa tumbuh lagi secara maksimal.”

Peranan makanan dalam pertumbuhan sangatlah besar, yaitu mencapai 2/3, sementara pengaruh faktor-faktor lainnya hanya 1/3 saja.

b. Aktivitas Olahraga

Aktivitas fisik mampu merangsang otot-otot lebih berkembang, sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan yang optimal. Penting diingat, asupan makanan bergizi buat anak yang aktif porsinya harus lebih besar, karena aktivitas fisik cukup banyak menguras energi.

c. Lingkungan dan Penyakit

Lingkungan yang tidak sehat bisa membuat anak rawan terkena penyakit. Hal itu bisa menyebabkan pertumbuhan anak terganggu. Apalagi bila asupan gizinya juga kurang, bisa-bisa pertumbuhannya terhambat.

d. Waktu Istirahat

Istirahat yang cukup sangat baik bagi kesehatan. Dengan begitu, cadangan energi yang disimpan tidak banyak terkuras keluar. Bandingkan dengan orang yang tidak pernah beristirahat, energinya yang keluar relatif lebih banyak sehingga tidak ada energi yang difungsikan buat pertumbuhan. “Energi itu ibarat bensin dan mobil. Jika mobilnya tidak beroperasi, maka bensin di dalamnya akan tetap ada. Namun jika mobil itu banyak bergerak, maka bensinnya pun habis.”

e. Genetika

Faktor pertumbuhan juga dipengaruhi faktor keturunan. Jika kedua orang tua tinggi besar, maka kemungkinan anaknya pun akan bertubuh jangkung dan besar. Jadi jangan berharap anaknya setinggi pebasket Michael Jordan jika tinggi badan kedua orang tua hanya sekitar 160 cm.

Filed under: Kesehatan, , , , , , , , , ,

2 Responses

  1. Fatur says:

    Goods artikel, ..

  2. rein says:

    makasih untuk artikelnya, bantu aku banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: